Selasa, 09 Februari 2010

Terlupakan 2

Satu lagi yang memang mungkin sudah jarang dalam kehidupan sebagian orang. Pernah ke kampung perdalaman ga?? Mungkin kalo lewat di desa-desa gitu suka lihat tempat mandi cuci kakus kan. Yang hanya bertutupkan kayu dengan bagian atasnya agak terbuka. Dengan aliran air yang didatangkan langsung dari mata airnya. Wow keren yah..Kita bisa bayangkan betapa jernih dan bersihnya itu air.

Dulu di rumah almarhum kakek nenek aku tuh ada. Malah jauh dari rumahnya. Kita mesti turun dulu melewati sungai dengan jematan kayu yang menurut aku cukup menegangkan. Setiap langkah di barengi dengan bunyi cket cket..Kebayang kalo malem, apalagi dulu lom ada listrik. Huh kita mesti bawa "damar" dibarengi dengan suara jangkrik dan suasana yang mencekam. Tapi seruuuu gila, begitu banyak tantangan,,hahaha

Yah teman bukannya sok-sok gimana yah, tapi sejujurnya aku ingin kita menghargai kebiasaan-kebiasaan orang zaman dulu yang lebih menerapkan kesederhanaan dalam hidupnya.

Senin, 08 Februari 2010

Keyakinan

Pada dasarnya setiap keinginan harus didasari dengan keyakinan yang kuat. Kenapa??? Yang aku rasain nih yah kemaren, aku pengen bangun jam 5. Sebelum tidur aku ingatkan hal itu kepada otakku, berhubung waktu itu aku mau "mudik". Pokoknya harus bangun jam 5 biar ga kesiangan. Aku dah pasang alarm jam 5 lebih 5 menit juga ditakutkan emang bakal kebablasan.


Kamu tau apa yang terjadi, aku bener-bener bangun jam 5 pas, sebelum alarm berbunyi. Dahsyat kan kekuatan keyakinan tersebut. Makannya itu aku selalu yakin dengan apa yang aku inginkan nanti. Kalau emang dari dalam diri kita yakin akan mendapatkan itu maka kitapun pasti akan mendapatkannya. Dengan keyakinan tersebut secara tidak langsung jiwa raga kita berupaya untuk mencapainya.


Intinya adalah jadikanlah keyakinan menjadi sebuah jalan untuk meraih mimpi-mimpi yang kita inginkan.

Terlupakan

Apakah kamu pernah mendengarkan "hawu"??? You know hawu? alah.....Itu lho, zaman dulu kala, eh sekarang juga masuh ada tuh dirumah aku meskipun udah ga dipake. Hawu adalah tempat masak orang-orang Sunda dahulu kala. Mungkin di tempat lain ada tapi mereka menyebutnya apa aku ga tau. Ok kita bahas aja hawu yang versi Sunda aja yah.

Hawu ini sangat berperan penting dalam hal permasakan ibu-ibu. Mungkin dulu sebelum minyak tanah dan kompor dipakai mereka memakai hawu. Terbilang murah meriahlah dengan bermodalkan kayu bakar yang bisa di ambil dari kebun atau daun2 yang sudah mengering, sudah dapat memasak dengan tenang. Tidak lupa dia di temani dengan "songsong". Songsong adalah alat untuk meniup kayu bakar yang sudah mulai meredup. Caranya kita tiup dengan perlahan-lahan supaya percikan-percikan kayunya tidak berbalik arah ke kita ke bagian kayu yang sudah mulai meredup, maksudnya mau mati. Gampang kan???

Disini kita bisa menghangatkan badan apalagi subuh-subuh..wuuuiiiihh mantaplah.. Apalagi di temani dengan ubi hangat yang di simpen di bawah reruntuhan kayu bakar tadi..alah.. apa yah namanya..hmmm...di oven gaya tradisional deh. Kamu perlu coba..Bagi yang dari kecilnya tak pernah menyentuh hawu...hehehe.

Sangat disayangkan tapinya, seiring berkembangnya zaman sedikit demi sediit hawu pun tersisihkan. Mereka di singkirkan karena adanya kompor minyak dan kompor gas. Padahal katanya yah memasak dengan kayu bakar itu lebih enak rasa masakannya,,katanyaaaaa..Yah manusia lebih tau mungkin apa yang terbaik buat mereka..loh loh..hihihi